Minasan, Konnichiwaa, ogenki desukaa?!
Apa makanan Jepang favorit minasan?
Seperti yang mungkin sudah sering minasan dengar, di Jepang ada banyak sekali aturan, baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis. Nah, justru yang sering membuat orang asing kesulitan adalah aturan yang tidak tertulis, atau yang biasa kita sebut sebagai etika.
Etika ini jumlahnya cukup banyak dan penting untuk diketahui serta dipahami, supaya kita tidak secara tidak sengaja menimbulkan kesalahpahaman atau mendapat respon yang kurang baik dari orang Jepang. Pada artikel WKWK JAPANESE kali ini, kita akan membahas tentang etika makan di Jepang, termasuk hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat makan. Yuk, disimak sampai akhir ya!

Yang Boleh Dilakukan Ketika Makan di Jepang
Hal-hal umum yang harus dilakukan ketika makan di Jepang di antaranya adalah
Mengucapkan Salam sebelum makan
Di Jepang bahkan sebelum dan sesudah salam biasanya saling menyapa terlebih dahulu. Sebelum makan, ucapkan 「いただきます」(itadakimasu), makna dari ucapan ini adalah sebagai tanda syukur terhadap banyak hal, seperti rasa syukur terhadap bahan-bahan makanan, orang yang menanamnya, serta orang yang menyiapkan makanan itu. Setelah makan mengucapkan 「ごちそうさまでした」(gochisousama deshita) yang artinya berterimakasih juga atas santapan makanannya.
Mengangkat mangkuk saat makan
Saat makan nasi atau sup, orang jepang umumnya mengangkatkan mangkuk tersebut ke dekat mulut, hal ini dianggap sopan dan memudahkan untuk makan juga. Terkecuali untuk piring yang berisi hidangan utama seperti ikan bakar atau tempura, atau piring besar berisi makanan tidak diperkenankan untuk diangkat ya minasan.
Makan sesuai dengan urutan makanan
Ketika makan, penting untuk mengetahui urutan makanan yang tepat. Ketika makan masakan Jepang atau yang disebut Washoku, maka hal pertama yang harus dimakan adalah sup, mulai dari yang beraroma ringan. Kemudian ke hidangan yang beraroma kuat, sehingga setelah sup, nasi, lalu lauk, kemudian diulang lagi.
Menggunakan sumpit dengan benar
Gunakan sumpit untuk mengambil makanan dengan dua tangan (satu tangan menyodorkan, satu tangan menerima) jika memindahkan makanan untuk orang lain (tatemae).Istirahatkan sumpit di atas 箸置き(はしおき)/ hashioki jika tidak digunakan.
Menggunakan sumpit dengan benar bisa dimulai dari memegang sumpit yang benar ya minasan. Memegang sumpit yang benar adalah dengan menjepit bagian tengah sumpit dengan ibu jari dan jari telunjuk seperti sedang memegang pensil. Letakkan sumpit lainnya di antara ibu jari, dan jari telunjuk.
Sumpit atas dipegang dengan ibu jari, jari telunjuk dan jari tengah. Sedangkan sumpit bawah ditopang oleh jari manis. Terlihat sulit tetapi jika minasan bisa menggunakan sumpit dengan benar, akan membuat siapa pun yang makan bersama minasan akan merasa senang.
Ada beberapa cara menggunakan sumpit yang harus minasan hindari.
Sashibashi : menusukkan sumpit ke dalam makanan
Mayoibashi : ketika tidak yakin apa yang harus dimana dan menggerakkan sumpit dengan tidak stabil di atas makanan
Yosebashi: menggunakan sumpit untuk menarik piring lebih dekat
Menjilati sumpit : menaruh makanan di ujung sumpit ke dalam mulut dan menjilatinya
Nigitri bashi : memegang sumpit dengan tangan terkepal
Watashibashi : menaruh sumpit di piring saat makan
Usoshibashi : memegang satu potong makanan dengan dua sumpit
Ketika menggunakan sumpit, usahakan untuk tidak mengotori sumpit tersebut ya minasan, dan taruh sumpitnya juga ditempat asalnya di tempat sumpit.
Yang Tidak Boleh Dilakukan Ketika Makan di Jepang
Hal-hal yang tidak boleh dilakukan ketika makan di Jepang diantaranya adalah:
Menancapkan sumpit ke nasi karena ini mirip dengan ritual kematian di Jepang dan dianggap sangat tidak sopan.Mengoper makanan dari sumpit ke sumpit, karena menyerupai ritual pemindahan tulang jenazah. Jika ingin berbagi makanan, letakkan di pinggir terlebih dahulu.
Berjalan sambil makan (食べ歩き)di tempat umum tertentu biasanya dianggp tidak sopan. Usahakan mendari tempat duduk atay berdiri di tempat yang disediakan.
Membersihkan meja dengan handuk tangan.
Ketika makan di restoran usahakan untuk tidak mengganggu orang lain juga ya minasan!
Itulah beberapa aturan etika makan di Jepang. Awalnya memang terlihat sulit, tetapi jika minasan terus berlatih, pasti bisa melakukannya dengan baik!
Kalau minasan tertarik dengan budaya Jepang, khususnya soal etika makan, ada baiknya juga untuk mulai memiliki satu atau dua pasang sumpit sendiri. Dengan begitu, minasan bisa sambil latihan supaya makin terbiasa menggunakan sumpit seperti orang Jepang pada umumnya.
Jangan lupa juga untuk cek artikel-artikel menarik lainnya di WKWK JAPANESE! Masih banyak konten seru dan pastinya bermanfaat untuk menunjang pembelajaran bahasa Jepang minasan! issho ni ganbarimashou! Sampai jumpa di materi berikutnya~
Arigatou gozaimashita! またね〜 ^^
Oh iya, kalau mina-san ingin tahu lebih detail tantang pembahasan ini atau mungkin ingin belajar Bahasa Jepang dengan guru agar bisa berinterkasi langsung?
WKWK JAPANESE membuka kelas Bahasa Jepang Online loh! Mina-san bisa dapat banyak benefit belajar bersama WKWK JAPANESE, di antaranya:
- Senseinya mumpuni (N2/N1)
- Rekaman tiap kelas, agar bisa mengulang pembelajaran dan tidak takut ketinggalan kelas
- Harganya terjangkau, bisa mencicil atau sekali bayar
- Bisa berdikusi langsung dengan sensei dan teman teman yang lain juga loh!
Yuk, Jangan sampai kehabisan slotnya, langsung klik ke link ini untuk detail kelasnya ya!
Detail kelas intensif untuk pemula (N5)
Detail kelas intensif untuk N4
Detail kelas intensif untuk N3
Berkonsultasi (gratis)
Sampai bertemu di kelas!
Sekian untuk artikel kali ini, semoga bisa membantu mina-san mempelajari kanji, dan semoga bisa menjadi rujukan mina-san untuk mencari informasi soal kanji N4. Terima kasih sudah mampir ke WKWK JAPANESE!
最後まで読んでくれてありがとうございました!
Terima kasih sudah mau membaca sampai habis!
WKWK JAPANESE

